“Kami berusaha, mulai tahun depan soal UN tidak lagi pilihan ganda. Sehingga dapat mengukur level kognisi siswa lebih mendalam,” ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud, Nizam, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis — Dikutip dari Antara.

Bagaimana menurutmu jika pada Ujian Nasional tahun depan, tipe soalnya jadi soal esai semua? Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemarin mengumumkan rencana untuk mengganti tipe soal UN yang biasanya pilihan ganda menjadi jenis esai untuk penyelenggaraan UN tahun 2018 mendatang.

Terlepas dari apakah rencana ini nantinya bakal terealisasi atau tidak, berita ini jelas tetap bikin resah para siswa. Bayangkan saja, selama ini kita dilatih untuk mengerjakan soal pilihan ganda. Namun tahun depan latihan pilihan ganda tersebut jadi percuma karena tipe soalnya berubah. Yah siapa yang nggak resah? Simak deh ulasan Hipwee News & Feature selengkapnya!

Menurut pemerintah, soal esai nantinya akan membantu mengukur level kognisi siswa. Selain itu, esai juga dinilai akan mengulangi kecurangan

Memang banyak kecurangan di UN via www.youthmanual.com

Selama ini, UN yang berbasis pilihan ganda kerap mengalami kebocoran. Mau sekolah di kota besar maupun yang berada di daerah, ada saja berita mengenai kecurangan UN. Hal ini tentu mempengaruhi integritas ujian nasional. Dengan adanya kecurangan, artinya hasil dari penilaian ujian nasional ini juga dipertanyakan. Bisa jadi hasil ujian tersebut bukan hasil asli pemikiran para siswa. Nah dengan adanya soal UN esai ini, pemerintah tampaknya berharap kecurangan bisa dikurangi dan integritas UN bisa naik kembali.

Namun pihak pemerintah sepertinya belum mempertibangkan soal kesiapan para siswa yang bakal mengerjakan. Setelah berita ini keluar, banyak sekali siswa merasa tidak siap

Terbiasa mengisi pilihan ganda via www.genmuda.com

Memang sih niatan dan harapannya bagus, mengembalikan integritas dan kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Dengan hanya jarak 1 tahun, apakah semua bisa siap menjalankan sistem baru ini? Mulai dari tenaga guru saja. Mereka belum ada pelatihan dan pembekalan soal bagaimana cara mengajar dengan sistem soal esai seperti ini. Kalau kisi-kisi soalnya saja belum diberi ke guru, bagaimana guru mau mengajar muridnya dengan tepat.

Belum lagi bagi para siswa. Mereka selama ini terbiasa mengerjakan soal dengan mode pilihan ganda. Mulai dari contoh soal, latihan-latihan hingga pengerjaan soal sedari mereka SD hingga sekarang sudah paham betul dengan tipe soal pilihan ganda. Mengubah tipe soal berarti juga mengubah kebiasaan. Kalau belum ada kesiapan namun tetap nekad diterapkan, hasilnya justru akan semakin memperburuk keadaan dunia pendidikan kita.

Belum lagi bicara soal keefektifannya. Menilai jawaban dari soal esai ini caranya gimana?

Perlu standar penilaian yang jelas juga via suara.com

Pertanyaannya sederhana, “bagaimana sih menilai jawaban soal esai?” Sedari dulu, sistem soal pilihan ganda sudah didesain agar bisa dikoreksi dengan cepat. Baik oleh tenaga ahli maupun koreksi melalui proses komputerisasi. Nah kalau untuk soal UN esai ini bagaimana? Apakah sudah ada rincian bagaimana proses penilaiannya?

Tiap siswa bisa jadi memiliki pola pikir dan cara menjawab yang berbeda beda. Untuk mengoreksinya jelas membutuhkan waktu yang sangat lama. Mau bagaimanapun desain soalnya, tetap saja akan ada jawaban dari siswa yang benar-benar unik dan di luar dugaan. Nah mengatasi ini apakah pemerintah sudah siap?

 
Tujuan dan harapan baik pemerintah untuk mengurangi kecurangan dan meningkatkan intergritas UN memang wajib kita apresiasi. Namun pemerintah tetap harus melihat dulu situasinya di bawah. Baik siswa atau gurunya harus dilatih dulu sebelum memutuskan kebijakan. Nah kalau semuanya sudah siap, mau menggunakan kebijakan seperti apapun juga pasti tak akan ada masalah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Soal Ujian Nasional 2018 Kabarnya Bakal Jadi Esai Semua. Nggak Bisa Lagi Hitung Kancing Doang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *